Viralnya Video Anies Baswedan dan 'Bu Dendy'

Gubernur Anies Setelah Persija boyong Piala Presiden/Net

Berita Gubernur DKI Anies Baswedan dihalangi-halangi Paspampres masih menjadi berita paling viral saat ini.

Sebagai gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan punya hak untuk mendapatkan protokoler kenegaraan. Sebab, gubernur adalah jabatan setingkat menteri. Apalagi, Anies memimpin DKI Jakarta yang notabene merupakan ibu kota negara.

Padahal UU Nomor 9 tahun 2010 tentang Keprotokolan (UU 9/2010) sudah mengatur terkait keharusan Anies (sebagai gubernur) mendampingi Presiden.
Hal itu tertuang dalam pasal 13 huruf UU 9/2010.

Kala itu, Anies yang sudah berjalan untuk turun ke lapangan mendampingi Jokowi dicegah anggota Paspampres dengan alasan namanya tidak masuk dalam daftar yang disodorkan panitia.

Dalam sebuah video yang menyebar di media sosial (Medsos), Anies kelihatan ditahan Paspampres ketika hendak mendampingi Jokowi.

Final Piala Presiden 2018 sendiri mempertandingkan Persija melawan Bali United, laga dimenangkan Persija dengan skor 3-0.


Berita viral kedua adalah "bu Dendy", Dalam sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan yang dilempari berlembar-lembar uang Rp100.000 oleh perempuan lain yang sedang memarahinya menjadi viral di media sosial. Meski video tersebut dianggap sebagai hal yang lucu oleh warganet, pengamat mengatakan bahwa hal ini mempromosikan bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Dalam video yang disebut 'Bu Dendy' itu, seorang perempuan berjilbab duduk di sofa dan menerima kemarahan dari seorang perempuan lain yang kemudian melemparinya dengan uang.

Di beberapa platform media sosial berbeda, video tersebut tersebar lewat beberapa akun. Salah satunya, lewat akun milik @BanyuSadewa, video itu sudah ditonton lebih dari 200.000 kali dan disebarkan lebih dari 5.000 kali.

Percakapan yang memuat istilah 'Bu Dendy' meningkat pesat sejak Selasa (20/02) pagi dan sudah dipakai dalam lebih dari 30.000 cuitan sampai Selasa (20/02) sore. Lebih banyak cuitan bernada lucu yang mengomentari video tersebut.






Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel