Ini Hukumnya Membakar Dan Menginjak Bendera Bertuliskan Kalimat TAUHID

instagram ustadz hanan attaki

Video viral sejumlah oknum banser membakar bendera, pada peringatan Hari Santri Nasional di Kecematan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10/2018), bikin geram umat islam indonesia.
Lalu bagaiman hukumnya Membakar Bendera bertuliskan Kalimat Tauhid?

Berikut ini pembahasannya:

Membakar bendera bertuliskan kalimat [bukan membakar bendera tauhid] hukumnya diperinci:

قال الشافعية : الخشبة المنقوش عليها قرآن في حرقها أربعة احوال: يكره حرقها لحاجة الطبخ مثلا، وان قصد بحرقها احرازها لم يكره ، وان لم يكن الحرق لحاجة وانما فعله عبثا فيحرم ، وان قصد الامتهان فظاهر انه يكفر
"Kayu yang bertuliskan [berukiran] Qur'an, membakarnya terdapat 4 kondisi: Makruh jika untuk hajat memasak misalnya. Jika membakarnya karena untuk menjaga mushhaf [agar tidak tercecer, terinjak-injak, dihinakan, atau menjaga kehormatannya [shiyanatan minal ihanah wa muhafazhatan ala hurmatiha]], tidak makruh. Jika tidak ada hajat tetapi karena main-main saja, hukumnya haram. Jika ada tujuan menghinakan, maka kafir" (Mausu'ah Fiqhiyyah 2/123)

Asal hukumnya sendiri makruh:

ويكره احراق خشب نقش به اي القرآن نعم ان قصد به صيانة القرآن فلا كراهة وعليه يحمل تحريق عثمان رضي الله عنه المصاحف
"Makruh membakar kayu yang terdapat ukiran al Qur'an. Jika tujuannya untuk menjaga al Qur'an, tidak makruh. Dan inilah maksud pembakaran mushhaf oleh Sayyidina Utsman radhiyallahu 'anhu" (Asnal Matholib I/334)

Sedangkan hukum menginjak sesuatu [bendera atau kayu] yang terdapat tulisan al Qur'an adalah haram.
ويحرم ان يطأ على فراش او خشب نقش بالقرآن
"Haram menginjak tikar atau kayu yang terukir Qur'an" (Asnal Matholib I/335)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel